Di perempatan lampu merah,
Anak-anak beradu nasib dari pagi hingga malam
Berjalan ratusan kilometer dengan menenteng karung bekas berisi harapan masa depan
Hanya demi persoalan makan hari esok
Di halaman mini market,
Pemuda duduk beralaskan jas dengan menggenggam map biru dan
sebungkus rokok
Dua tiga kali dihisap, asap rokok mengepul menutupi sebagian
wajahnya
Tak bisa dihitung berapa banyak lamaran kerja yang tertolak
Dalam sebuah emperan pasar,
Bahan pokok yang naik ditambah harga jual yang rendah
Para pedagang tak mampu lagi mengandalkan keuntungan jual
beli
Dalam sebuah ruangan berisi roti dengan selai cokelat yang tak pernah habis,
Para konglomerat berbincang perihal uang mana lagi yang akan hangus ditangan
Menyaksikan orang-orang yang mengutuki takdir sendiri
Melewati jalan tol yang mulus dengan banyak haru di kolong jembatan
Mengabaikan kasus-kasus kelaparan
Menutup telinga atas kabar mereka yang tertindas oleh sempitnya lapangan kerja
Kata adil dan makmur hanya untuk kaum mayoritas
Sejahtera selamanya mimpi yang tak kunjung nyata
Kita semua telah lama mati sebelum waktunya
No comments:
Post a Comment